Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2016

Daftar Film yang Mungkin Disukai Seorang INFP

Halo Pembaca. Apakah anda pernah iseng mengikuti quiz di Playbuz. Di sana banyak macam-macam quiz yang menyenangkan, salah satunya tes kepribadian. Beberapa quiz konyol tentang seberapa tinggi IQ anda atau apakah anda seorang yang teliti atau teledor dan quiz semacam itu bisa anda jumpai. Lalu saya penasaran dan ingin sedikit lebih serius. Kemudian saya menemukan tes kepribadian Myers-Birggs Type Indicator. Well, penjelasan tentang tipe kepribadian ini bisa pembaca liat di Wikipedia. Berangkat dari itu saya menyuruh seorang teman untuk mengikuti tes itu. By the way teman saya mengikuti tes ini berulang kali dan mendapatkan hasil yang sama bahwa ia seorang INFP. Hal yang menonjol dari kepribadian ini adalah Introverted, Intuitive, Feeling dan Perceiving. Kemudian saya tanya film-film apa yang ia sukai, kemudian ia menjawab: 

Lost in Translation

Daftar Film yang Mungkin Disukai Seorang INFPTeman saya sangat suka film ini. Ia bilang ia bisa menoton film ini ratusan kali dan tidak akan bosan. Di film itu anda dapat merasakan atmosfer isolasi, sedikit humor, kebosanan, depresi, harapan bercampur-aduk menjadi satu. Anda mungkin akan menemui tema seperti ini di film-film Sofia Copola yang lain. Plus musik di film ini sangat menakjubkan.

Selasa, 26 Januari 2016

Jenis Makhluk Xenomorph di Alien Franchise





          Xenomorph adalah spesies alien endoparasit yang muncul di film Alien franchise. Xenomorph jenis Alien layaknya binatang yang hanya mengikuti insting siklus kehidupan biologi. Dalam awal film Alien  (1979) Xenomorph hanya dipanggil Alien saja kemudian seri Aliens ( 1984 ) kata Xenomorph pertama kali dipakai oleh Liutenant Gorman untuk sebagai julukan para Alien

Kamis, 24 Desember 2015

Maryam: Film Pendek Berlatar Natal



Sidi Saleh yang Senang Membuat Film Tentang Hari Raya

 
Maryam: Film Pendek Berlatar Natal
Tentu saja banyak film yang  berkisah tentang Natal. Namun untuk pencinta film pendek Indonesia, “Maryam” karya Sidi Saleh punya daya tarik tersendiri. Bagi pembaca yang sering mengikuti berita festival film pasti tahu Sidi Saleh. Ia telah memenangkan penghargaan Orizzonti untuk film pendek terbaik di Venice Festival ke-71 tahun 2014. Film Maryam adalah kisah seorang pembantu muslim yang sedang hamil bekerja pada keluarga Katolik. Di sini Sidi Saleh mengeksplorasi konflik batin tokoh utama yang beragama Islam dan ia harus mengantarkan majikannya yang autis ke gereja ketika hari Natal. Ini bukan film pendek pertama Sidi Saleh yang berlatar hari raya. Yang pertama adalah “Full Moon” di 2011 dengan setting malam menjelang pergantian tahun. Kedua “Fitri” yang masuk Clermont-Ferrand Short Film Festival di Perancis. Dan tentu saja “Maryam”
Lihat trailernya di sini.
Sumber: WSJ

Selasa, 22 Desember 2015

Pengaruh J.D. Salinger Dalam Dunia Komik dan Animasi

J. D. Salinger Sosok Inspiratif

Warning: Spoiler Alert
Warning: Spoiler Alert
 
Kalau belum pernah membaca karya-karya Salinger setidaknya silahkan baca dulu ringkasan novel the Catcher in the Rye di Shmoop atau sedikit sinopsis dari blog A. S. Laksana. Itu akan sedikit membantu.

Bagi pencinta sastra pasti J.D. Salinger bukan sosok asing. Bagi yang belum mengenalnya, ia adalah sosok yang kontroversi dan unik dan memiliki gaya penulisan yang menarik dan banyak diikuti penulis modern. Kalimat awal dalam novelnya “Catcher in The Rye” sudah menegaskan gaya penulisannya yang unik. Saya kutipkan kalimatnya yang diambil dari novel dengan bahasa aslinya: “If you really want to hear about it, the first thing you'll probably want to know is where I was born, an what my lousy childhood was like, and how my parents were occupied and all before they had me, and all that David Copperfield kind of crap, but I don't feel like going into it, if you want to know the truth”.
Melalui narasi Holden Caulfield dengan penuturan sudut pandang orang pertama, J.D. Salinger dengan sikap tidak mau mengikuti pasaran—dalam hal ini ia tidak mau mengikuti cara bertutur dengan gaya novel “David Copperfield” yang mengisahkan kehidupan tokoh utamanya dari kecil hingga tua— J. D. Salinger menulis dengan sesukanya sendiri. Tulisannya begitu mengalir dan sangat enak diikuti. Karakter Holden Caulfield, walaupun bermasalah tetap saja begitu loveable. Ia punya ideologi yang kuat dan suka sekali cursing dan membuat umpatan yang hampir sama kreatifnya dengan umpatan-umpatan dalam film “Pulp Fiction”
Ada yang bilang bahwa kesenangan membaca novel akan lebih didapat dari bahasa aslinya daripada novel yang sudah diterjemahkan. Saya memulai dengan “Ulyses”-nya James Joyce dan saya hanya berkubang pada halaman awal-awal saja hingga kini. Namun berbeda dengan “the Catcher in the Rye”. Inilah novel bagasa Inggris pertama yang bisa saya baca habis (kalau pembaca ingin membaca versi terjemahan Indonesia-nya bisa baca terjemahannya dari buku terbitan Banana).
J.D. Salinger sangat anti mainstream dan pada awalnya orang-orang tidak menyukai itu. Banyak sekolah-sekolah Amerika menolak novel the Catcher in the Rye, tapi sekarang hampir sekolah-sekolah Amerika menjadikan salah satu novel favorit untuk dibaca. Tidak terhitung karya sastra yang membuat refrensi atau alusi tentang the Catcher in The Rye, misalnya: “Norwegian Wood”nya Haruki Murakami atau “the Perk of Being Wallflower” yang juga sudah dibuat filmnya, itu loh yang ada Emma Watson berambut pendek. Lalu bagaimana dengan dunia komik dan Animasi?
  • Ghost in the Shell Stand Alone Complex

    Pengaruh J.D. Salinger Dalam Dunia Komik dan Animasi 

Sepertinya penulis skenario animasi seri yang diadaptasi dari  manga Shirow Masamune ini benar-benar penggemar J. D. Salinger. Pertama tentu saja Laughing Man, si hacker misterius yang jenius dan merepotkan. Laughing Man diambil dari judul cerpen J. D. Salinger. Referensi lainnya yang dari cerpen tersebut adalah topi bisbol dan juga pegangan bisbol.
 
Referensi J. D. Salinger lainnya adalah tentan The Secret Goldfish di episode ketika Tachikoma bertemu dengan Miki. The Secret Goldfish adalah referensi yang diambil dari the Catcher in The Rye. Ini beberapa kalimat dari novelnya:
“He used to be just a regular writer, when he was home. He wrote this terrific book of short stories, The Secret Goldfish, in case you never heard of him. The best one in it was "The Secret Goldfish." It was about this little kid that wouldn't let anybody look at his goldfish because he'd bought it with his own money. It killed me. Now he's out in Hollywood, D.B., being a prostitute. If there's one thing I hate, it's the movies. Don't even mention them to me.”
Dan ini adalah dialog antara Miki dan Tachikoma:
Miki: It’s a story whose main character is a girl who is about the same age as me.
Tachikoma: Same age?
Miki: Yeah. A Story about a girl who dowsn’t want to let anybody else see her goldfish. When people ash her why she doesn’t want to let anybody see her goldfish, she says it’s because she bought the goldfish with her own money. So all the adults worry about her, thinking to themselves, “Oh, what a silly girl”. But the goldfish had actually died a long time earlier, and to keep the adults from finding out, the girl wouldn’t le anyone see it.
Tacikoma: Hm, I don’t really understand. I mean, the goldfish was dead, right? So she should just use her allowance or something to get it fixed up like new.
Miki: It doesn’t work like that. When a goldfish dies, it never comes back. The girl didn’t want the adults to think that she would be sad just because her godfish died. She had grieved enough already.
  • Ghost World

     

Menarik karena kebetulan judul komik ini juga mengandung kata “Ghost”. Komik buatan Daniel Clowes ini juga telah diadaptasi ke film oleh Tery Zwigof dan skenario ditulis bersama dengan Daniel Clowe sendiri. Pemeran utama dalam film ini adalah Thora Birch Scarlet Johansson. Cerita dalam komik dan film kurang lebih sama, tapi sedikit banyak juga ada perbedaan. Daniel Clowes dalam beberapa kesempatan pernah bilang dia sangat terinspirasi oleh cerita-cerita J. D. Salinger, bahkan dalam komik Ghost World, Enid memakai topi berburu yang mirip dengan topi berburu berwarna merah kesukaan Holden Caulfield. Karakter Enid sedikit banyak memiliki kesamaan dengan Holden Caulfield. Ketika remaja seusianya mulai beralih ke proses pendewasaan, Enid menolaknya. Dia membenci dunia karena begitu phony dan mainstream. Namun Enid tidak bisa berbuat banyak, bahkan Rebecca satu-satunya temannya juga beranjak dewasa dan mulai menjauhinya. Akhir komik dan film ini memperlihatkan bagaimana Enid naik bus dan keluar kota seolah-olah metafora dari bunuh diri. Bandingkan dengan ide Holden Caulfield yang ingin pergi ke suatu tempat asing dan berpura-pura menjadi orang tuli dan tinggal sendirian di rumah kayu di tengah hutan.
 
Trivia:
Beberapa pembunuhan dikaitkan dengan novel Salinger dan yang paling populer adalah penembakan John Lennon. Mark David Chapman dipercaya habis membaca the Catcher in the Rye dan entah mengapa jadi punya niat membunuh John Lennon.

Jumat, 18 Desember 2015

Penayangan Power Rangers Kembali Ditunda



Alex Osbom dari Lionsgate telah mengumumumkan perubahan penayangan “Power Rangers” dan seri terakhir “Divergent” di Amerika Utara. Dilansir dari http://www.ign.com alih-alih tayang pada 13 Januari 2017, P”ower Rangers” mengalami penundaan hingga24 Maret 2017. Sementara, “Divergent: Ascendant”, yang rencananya tayang pada Maret, berubah menjadi 9 Juni 2017.
 Penayangan Power Rangers Kembali Ditunda
Ini bukan pertama kalinya jadwal penayangan “Power Rangers” ditunda. Sebelumnya “Power Rangers” akan tayang pada 22 Juli 2016, tapi awal tahun iniLionsgate mengumumumkan enam bulan penundaan.

Kamis, 17 Desember 2015

Star Wars The Force Awakens, Too Much Spoiler Can Kill You

Belakangan ini kita seperti dibombardir informasi yang berhubungan “Star Wars: The Force Awakens”. Mulai dari berbau komersial, gossip dan yang paling menyebalkan adalah spoiler atau bocoran cerita. Di media sosial hampir setiap hari bertebaran spoiler. Tentu saja itu belum tentu benar atau hanya keisengan belaka, tapi lain soal kalau Mark Hamill yang sepertinya senang main tebak-tebakan lewat twitternya. Di Indonesia sendiri masyarakat juga menanti “Star Wars: The Force Awakens” sebab Iko Kuwais, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman bermain dalam film ini. Spoiler selalu menyebalkan dan sepertinya Polisi Philadelphia juga setuju. 

Kamis, 10 Desember 2015

APA YANG BISA DIHARAPKAN DARI GHOST IN THE SHELL LIVE ACTION?



Halo semuanya, Nama saya Ocin. Selamat datang.

Mungkin beberapa penggemar Ghost In The Shell  akan antusias mengikuti kabar terbaru dari film  live action ini. Namun seringkali penggemar manga buatan Masamune Shirow ini sering kecewa dengan film adaptasi. Tidak sedikit penggemar novel Hary Potter yang kecewa dengan filmnya atau gamer Resident Evil yang tidak suka dengan film yang dibintangi Mila Jovovic atau pembaca komik Julie Maroh, Blue Is The Warmest Color yang tidak terlalu merayakan keberhasilan film adaptasinya yang menang di Cannes Festival, masihkah ada kasus lain? Masih banyak. Tapi hey, pasti ada selalu pro kontra dan kabar live action “Ghost In The Shell” tetap patut ditunggu


Sangat sedikit informasi yang bisa didapat dari “Ghost In The Shell” live action. Walau masih sedikit, sebagai permulaan berita bahwa Major Kusanagi akan diperankan Scarlet Johanson adalah berita penting. Dikutip dari www.franchiseherald.com The “Ghost In The Shell” live action yang digarap sutradara Rupert Sandres di studio Dreamworks akan tayang di teater pada 31 Maret 2017.
APA YANG BISA DIHARAPKAN DARI GHOST IN THE SHELL LIVE ACTION?

Seperti yang disebutkan di awal, beberapa penggemar tidak terlalu impresif dengan kabar live action itu. Bahkan ada petisi di www.petition.com yang menolak Scarlet Johanson memerankan Mokoto Kusanagi, karakter biseksual kita. Dalam petisi yang berjudul  “Dreamworks: Stop Whitewashing Asian Characters” yang digagas Julie Rodriguez itu sampai terakhir tulisan ini dimuat sudah mendapat dukungan 62797. Itu jelas awal yang kurang mengenakkan. Bicara adaptasi anime ke Hollywood mungkin kita sering mendengar beberapa kabar seperti Akira, Deathnote, Patlabor dan Cowboy Bebop, lalu sekarang apa yang terjadi? Bahkan untuk Cowboy Bebop Keanu Reeves sudah hampir memerankan Spike Spiegl—pembaca bisa melihat videonya di youtube, lalu apa yang terjadi? Bisakah kita mengharapkan “Ghost In The Shell” live action atau nantinya jadinya seperti Dragon Ball live action? Mari terus berharap.